Just another free Blogger theme

Flag Counter

Flag Counter

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Follow by Email

Google Translator

Followers

About Me

My photo
it is just me from ordinary girl try to be an extra, do my best, try to be a better each second of this short life, try to be someone, means for something in this globe!

Saturday, April 12, 2008

Kali ini saya sedikit sharing tentang the real marketing, mungkin secara harafiah aku tak secerdas ahli bahasa untuk menjelaskan intinya saja, dipekerjaan keseharian saya sebagai account mgr ya pastinya ada sisi mantanaince, handling to the accounts jadi intinya tetap melayani pelanggan. Menjadi seorang staff dalam sebuah perusahaan yang mencoba new image sebagai “service leader ‘. Saya tetap harus senantiasa yang melayani dan menjaga hubungan baik dengan account related yang saya handling dan secara umum kepada semua pelanggan yang menggunakan provider perusahaan kami. Intinya jiwa marketing tetap tertanam dalam jiwa, menjejali karir dibidang ini sejak akhir masa kuliah.Saya masih ingat ada sebuah name card saya bertuliskan staff marketing and promotion sebuah tabloid remaja local di Makassar tahun 2004. Inti dari profesi itu pun saya belum memaknai,sekedar bersama sobat karibku Maria keliling mencari perusahaan atau toko atau instansi membawa surat penawaran dari pintu ke pintu. Selama bebErapa bulan pun berlalu yang closing cuman 1 sekolah tinggi, kemudian seiring wktu, profesi bergulir dan berganti demi perbaikan hidup yang lebih baik, akhirnya sedikit settled di sebuah bank swasta yang memberiku tempaan luar biasa dalam masalah disiplin dengan target dan marketing.Namun selama 2 tahun itu untuk bergaul dengan marketing senior dan saya anggap the real marketing belum sempat.Hingga saat ini dengan title yang saya emban saya banyak bertemu orang yang bergerak di bidang yang sama.Kalau dulu di bank secoop nya lebih kecil ke mikro begaulnya juga ke lingkungan mikro bahkan bahasa daerah yang ditonjolkan sebagai salah satu pendekatan yang lebih baik dan lumayan berhasil.Kini dengan dunia kerja saya ke lingkup yang lebih besar, kelas corporate , alias corporate world, artinya segementnya adalah perusahaan middle ke atas.Dari sinilah akhirnya saya bertemu dengan pimpinan cabang, SPV sampai CEO perusahaan yang berbeda-beda karakter dan pendekatannya kepada client. Dari Dirketur Utama sebuah bank terkemuka hingga staff jadul karyawan perusahaan kecil memberikan gambaran karakter yang berbeda, ada yang untuk ketemu saja susahnya minta ampun janjian 2 minggu sebelumnya bahkan sampai berbulan-bulan baru bisa dapat izin keremu eits ternyata akhirnya di cancel. ( wiizz pernah kisah ini kualami oleh seorang pimpinan sebuah bandara di kota tempat saya bekerja saat ini, terakhir saya datang ke kantor Beliau sempat bertemu muka di lorong menuju ruangannya namun dengan berbagai alasan sy ditolak oleh sekertarisnya yang sudah paruh baya serta diopor sana-sini ke manager bawahan yang tak ada di ruangan, padahal pendekatan ke anak buahnya sudah luar biasa akrab gara-2 golf, padahal saya datang bawa merchandise loh, hikz perihnya hatiku sampai di ubun-ubun hingga saking mau meledaknya aku sempatkan ke kamar mandi untuk menarik nafas panjang dengan mata berkaca-kaca, dan menelpon anak buahnya sebagai limpahan amarahku..pertanda masih labilnya dan kurang matangnya jiwa marketingku he..he.he.)Hari ini seorang manager marketing hotel terkemuka di kota ini kemarin datang berkunjung, as usual tiap bulan beliau nongol tiba-tiba membawa nuansa humor yan selalu membuat ku ceria dan senam rahang berjam-jam , Beliau ini sangat hebat bisa membawa obrolan ke topic manapun, dengan nuansa humor yang tidak garing sama sekali, tatapan mata dan genggaman erat jabatan tangan nya memang sudah beda dngan marketing biasa, Beliau setahu saya sudah 10 tahun dibidangnya, pandai memuji dan sangat service excellent…beda dengan saya yang kadang langsung jadi pelawak jika sedang prospek. Jujur dari hati orang-orang seperti ini saya bisa hitung jari, bagi saya hingga perjalanan karir sekarang baru me-list 2 orang yang saya acungi jempol dalam menjaln hubungan dengan client. Dan keduanya memang dari dunia bisnis hotel. Nada tunggu HP nya saja sudah unik, menjawab dan menelpon bahkan sapaannya pun bukan basa-basi yang hambar namun salam yang akrab dan penuh kekeluargaan bahkan candaan, Contoh kecil saja, banyak orang dibalik nama marketing, sales eksekutif, atau apapun namanya yang jelas intinya marketing … tidak akan mengangkat telpon di hari minggu, libur tengah malam dll, namun kedua orang ini tak demikiam adanya. Bahkan di saat meeting pun masih minta maaf dan menjawab.Datang tiba-tiba dikntor membri kejutan pandai memuji, menyapa semua orang, rapi dan selalu membawa oleh-oleh alias merchandise (dengan kata lain branding ) kemarin beliau datang sendiri sebagai kunjungan balik karena minggu lalu kami ke hotel nya berkunjung namun Beliau diluar, dan kali ini kunjungan balasan dan membawa 3 paket merchandise sedangkan kami menerima Beliau berlima, saya tak pernah menyangka bahwa hari ini jam 4 sore Beliau tiba-tiba datang dan mencariku hanya untuk mengantarkan dua buah paket lagi sebagai penggenap hadiah yang kemarin, Masya Allah, bukan cuman itu aku dikasi hadiah pen lagi, kalau dipikir-pikir mungkin nilainya tak seberapa tapi nilai yang dibawanya luar biasa menyentuh. Hubungan baik yang terjalin itu rasanya tak tergantikan, mungkin bahasa kerennya “ mengikat’ jadi walaupun hotel nya jauh diluar kota pun rasanya kalau kami butuh tempat untuk liburan,event atau berenang pastinya kami akan memilih kesana…sms di hari besar, dan hal-hal kecil itu membuat berarti,dan tak ada yang bisa membuat saya senam rahang begitu banyak dan sakit perut gara-gara humor yang penuh makna yang tak ada habisnya. Saya benar2 selalu terkesima dan kagum pada Bapak-bapak senior ini. Keuletan visit harian 8 perusahaan satu hari dengan kondisi letak kantornya yang jauh dari kota bukanlah pekerjaan mudah namun jika tiba dikntor di jam 5 sore masih dalam keadaan segar bugar dan penuh senyum.Dibanding saya saat jam 3 keatas sudah mula jadinya kusut,kumul, dandanan sudah mlai pudar sepatu sudah copot dan sandal ungu kebesaran dari hotel sebelah sudah jadi alas kaki dikntor.Jauh dari Nampak anggun…gaya jalan yang super lincah membuatku sudah jauh dari ke anggunan marketing hotel yang biasanya datang rombongan berhak Tinggi rok mini sekali dengan senyum dipaksakan dan kadang-kadang membawa cakes (kan saya bukan AM hotel!)… jujur aku kurang sreg dengan mereka, why? Karena senyum hanya sebatas dibibir, ucapan hanya sebatas kepentingan ini-itu tak ada nilai ikatan yang dibangun…Intinya sebelum anda bosan membaca jika mau jadi marketing sejati
1. Haus ilmu, baca, lihat berita pokoknya selalu menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan dalam segala aspek kehidupan politik,social,budaya,trend terkini, dan segala jenis ilmu minimal permukaaanya harus dikuasai sebagai bahan untuk melayani pembicaraan beragam karakter orang yang diajak bicara,intinya biar cepat nyambung, chemistry ada, ngomong bisnis jadi lancar dan closing deh akhirnya.Jualan laris dech n networking juga jalan…
2. Senyum, usahakan senyum jangan dipaksakan,menurut yang saya pelajari dulu senyum 1 cm, gigi atas yang kelihatan semua. Ya pokoknya dengan senyum ikhlas akan membawa aura yang baik.
3. Salam yang baik, sapaan nama kecil biar terkesan akrab.
4. Genggaman saat berjabat tangan,jangan cuma kena ujung2nya seperti orang jijik.Kalau perlu genggaman erat dan jangan terlalu cepat melepas.
5. Gali dulu data orang yang ingin ditemui,at least tahu asal, nama, dan hobbynya, makin banyak dia tahu makin bagus.
6. Jalin komunikasi baik itu dengan visit maupun via telpon at least sms, apakah pada event special, hari raya, ulang tahun atau sekdar bertanya apa kabar.
Pengalaman pribadi, saat idul fitri saya mendapat ratusan sms baik balasan maupun sms greeting dari rekan, sobat,handai taulan, client.Namun semuanya hampir sama, hanya text yang di forward, namun Tahun lalu salah satu orang terkemuka di sebuah hotel di Manado yang juga saya kagumi seorang marketing sejati, sms saya yang lumayan panjang.isinya adalh mendoakan saya, bahkan menyebut nama untuk mendoakan demi kebaikan akhirat saya,Saya sempat terharu dan berkaca-kaca hingga hampir nangis, Beliau masih ingat saya padahal Beliau sudah pindah dan jadi CEO di kota lain di Sumatera. Luar Biasa orang-orang seperti ini.Networking nya luar biasa dan tali silaturrahmi tak pernah terputus walau pindah kota.Dan walau naik jabatan sikap sopan tetap dijaga.an extra ordinary man..!Mungkin itu point yang bisa dibagi bagi pembaca blog ku.Aku masih belajar nih untuk menjadi seperti mereka-mereka itu. Semakin sadar saya bahwa begitu jauhnya diriku ini dari kesempurnaan dan kesempurnaan itu hanyalah milik-Nya manusia hanya bisa me maksimalkan potensi yang ada untuk selalu lebih baik di tiap detik dalam hidup ini.( ciee kayak penceramah saja nih!:-D)


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments: