Just another free Blogger theme

Flag Counter

Flag Counter

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Follow by Email

Google Translator

Followers

About Me

My photo
it is just me from ordinary girl try to be an extra, do my best, try to be a better each second of this short life, try to be someone, means for something in this globe!

Monday, October 7, 2013



Sejak dulu  saya kan jiwa usaha dan ambisinya luar biasa, pokoknya cita-citanya jadi pedagang alias pengusaha alias business woman dan misinya menjadi Owner PT XXX. Maklum selama jadi karyawan merasa terzolimi dengan berbagai birokrasi yang ngejlimet dan bikin nelangsa hidup. Pembatanasa cuti, waktu kerja, target yang memang ditakdirkan selalu naik, dan gaji naiknya 6 % per tahun, mau se-gede-gede gaji perusahaan yang ditempati kerja pasti pemberontakan hati untuk bisa resign dan pensiun dini adalah impian terbesar.




Thursday, October 3, 2013

Saya itu dari dulu terkagum-kagum sama suara halus pada saat orang menelpon, bukan mahluk halus yaaa, maksudnya pada saat menggunakan handphone dan suaranya sangat  halus sampai orang terdekat pun tak bisa mendengar detail percakapan ini dengan atau intinya apa
Rush rush rush!! selalu deh begitu kehidupan kalau kita bekerja di perusahaan yang pasti kalau tak mau begitu resign sajalah!  jangan kerja tapi jadi pengusaha jadi bos di rumah kan tak ada yang perintah dadakan. Jadi saya pun mengamati semua kegiatan di kantor itu ya termasuk event besar suka dadakan, artinya walaupun sudah ada jadwal misal tahun ini tapi persiapan nya selalu semua mendadak, ya capek juga melihatnya padahal yang panitia bukan saya, cuma kebagian urusin sesuatu yang memang terkait dengan urusan kerjaan sok penting . 

Wednesday, September 25, 2013

Nasib reorganisasi, bos jadi tambah banyak, pangkat tetap jadi jongos dengan level-an sama " Prajurit"
di ruangan yang adem  nan luas ini  jadinya tak aman dan tentram. Kenapa? baru duduk sedikit, dari dalam kaca bening ada tiga bos di ruang terpisah sedikit - sedikit teriak

Sunday, September 22, 2013

Akhirnya saya kembali berpetualang di tempat ini setelah 10 tahun lalu terakhir saya berkunjung kesini. 
Seperti cerita ku kemarin di postingan lalu. Biar ada yang bisa di kenang akan saya tulis biar everlasting di memory perjalanan kali ini .

Kali ini aku bawa junior aku di kantor dan salah satu teman cewek dikantor biar klop, karena aku kan bawa Mr Big  juga, rencananya tadi mau bawa satu teman lagi namun gagal karena satu dan lain hal. Dari pagi Mr Big sudah semangat sekali namun tetap seperti biasa barang-barang perlengkapan tetap mesti saya yang alot dan mengingatkan dan selalu menjadi pengingat dan packing, dia cuma tahu mandi dan berangkat, dan jam 10 Pagi saya berangkat menjemput juniorku dulu, baru kita langsung jemput yang satunya lagi. Sembari beli snack dan makan siang di jalan buat disana nanti. Jam 11 siang akhirnya kami menuju ke Bantimurung.

Bantimurung terletak di Kabupaten Maros, salah satu kabupaten terdekat dari Makassar, ditempuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai kesana, dari pusat kota Maros sekitar 12 km untuk masuk ke pintu Gerbangnya yang sangat khas, ada kupu-kupu raksasa dan juga monyet yang sedang menggaruk kepala setinggi 20-an meter yang sudah usang sih. Saya ingat patung monyet ini ada sudah sejak 10-an tahun lalu.

Welcome Gate Mr Monkey !!

Sampai disana langsung cari parkir, ditengah suasana teriknya matahari namun masih terasa angin sepoi-sepoi karena hawa sekitar dikeliling pegunungan yang rindang. Untuk masuk mobil dikenakan pajak retribusi parkir sebesar Rp 2,000,- lalu setelah parkir kita akan berjalan beberapa puluh meter ke dalam melewati penjual jajanan dan jagung bakar. Saat memasuki loket harga tertera bagi dewasa dan anak-anak sama yaitu Rp20,000,- dan bagi Turis / WNA Rp. 50,000,-. Segera otak saya berputar setelah melihat tarif tersebut langsung saya suruh Mr Big menjauh dulu baru beli tiket 4 buah. 

Awalnya sih pengen masuk aja langsung namun karena postur Mr Big beda sama pengunjung lain ya ilehhh mana bisa disembunyiin, karena tahu saya mau lakukan itu Mr Big langsung marah dan bilang " kan saya sudah punya KITAS, saya kan penduduk lokal juga, saya bukan turis bilang sama petugas kalo saya juga penduduk sini kok!" wah benar juga ternyata setelah saya masuk ke pintu, petugas langsung nanya ini tiketnya termasuk Mas Bule nya juga, langsung saya bilang iya, soalnya dia juga punya KITAS kok bukan Turis pendatang, dia sudah tinggal disini, dan tumben mereka welcome dan suruh masuk. Woow sempat kaget juga lumayan menghemat 30 ribu! Pengalaman dimanapun kalau masuk tempat wisata selalu WNA dibedakan tarifnya, jadi kesel juga, bedanya sangat timpang. 

Setelah masuk kedalam akhirnya kita langsung memilih naik ke atas tangga naik diatas air terjun, pengunjung awalnya siang itu masih lengang namun lama kelamaan tambah banyak, pengunjung menggelar tikar yang di sewa Rp30,000/ tikar dengan jangka waktu tak terbatas. Mr Big protes lagi soal tikar ini sampai akhirnya kita tak menyewa tikar malah sibuk duduk di batu yang dibuat untuk memagari aliran air dari air terjun. Namun ini setelah menaiki anak tangga dan berjalan melewati hutan yang berhawa sejuk hingga ke gua yang didalamnya ada beberapa peninggalan jejak tempat solat Raja Bantimurung jaman dulu.

Pemandangan dari atas
Masuk ke gua mesti bawa senter yang disewa Rp 15,000/ senter, saya sendiri tak naik keatas, hanya Mr Big dan Juniorku yang naik keatas. Katanya gelap diatas! Dan kami juga sempat makan bawaan nasi kuning kami diatas, sayang di danau kecil alami tak bisa diizinkan berenang lagi. Karena sering nya kejadian pengunjung tenggelam dalam beberapa tahun lalu. Padahal airnya warna hijau bening.  
Perkenalkan asisten dadakan :-D !!

Pengunjung ramai sekali 

Lalu kami pun melangkah turun kembali, suara-suara burung alami sangat mendamaikan jiwa, dan tentunya hawa sejuk yang jarang saya nikmati dikepadatan Makassar, serasa berada diantara dua gunung terbelah yang hijau dan sejuk. Disepanjang jalan ke goa banyak penjual minuman, lalu kami pun turun ke bawah, seperti biasa Mr Big suka protes masalah aturan merokok di negeri ini, ada tulisan dilarang merokok namun pengunjung dengan acuh mengisap rokok sembari berjalan, membuat Mr Big suka teriak " Dilarang Merokok" tapi malah yang dengar dikira bercanda.
setapak yang dilalui  setelah menaiki anak tangga dan nampak rimbun
Lalu kami habiskan beberapa saat duduk menikmati cemilan dan melihat sesaknya pengunjung dibawah air terjun, penuh sesak dengan pengunjung yang duduk diatas tikar dengan bawaan makanan masing-masing. Setelah puas jam 2 siang kami pun memutuskan pulang. Mr Big marah lagi saat mau pulang karena kami dikenakan uang kemanan lagi saat ambil mobil diparkiran padahal saat masuk sudah bayar retribusi parkir resmi. Sambil mendumel dia menyebut "corruption: berkali kali. Teman-temanku cuma senyum saja. Sudah mengerti habit Mr Big dan sangat kritis dalam segala hal.
Hijau-nya cantik !
salah satu pemandangan diatas di air terjun kedua

Lalu kami pun singgah dulu di rumah teman yang tak jauh dari lokasi pariwisata ini, sembari silaturrahmi juga, hobby utama kami adalah silaturrahmi. Sembari mengunjungi bayi lucu mereka. Kadang berkunjung seperti ini memberi makna hidup bagi saya. Banyak pelajaran hidup yang selalu kudapatkan dalam setiap kunjungan. 

ini dia Si Big Bolang!! 

Oh ya sebelum trip hari ini berakhir, kami pun singgah di salah satu tempat favoritku untuk menikmati hidangan bernunasa timur tengah  "Mahadhir Canai House". Resto sederhana yang menawarkan berbagai menu utama roti dan harganya sangat terjangkau karena lokasinya memang dekat kampus. 3 buah roti ( roti planta, roti tampal dan roti boom madu) serta teh tarik menjadi hidangan menutup perjalanan kami hari ini. 







Saturday, September 21, 2013

Cerita Mr Big & Me week end ini rencananya tadi seharian nungguin teman kami kerumah, mau silaturrahmi sekaligus diskusi sekalian masak-masak lah, cuman si teman batal karena ternyata ada kerjaan mendadak jadinya opsi lain hari ini kami lanjutkan, setelah sibuk ngesot didapur jadi IRT seperti biasa adegan memasak hanya sensasi pas buatnya setelah makan setress tingkat tinggi lihat piring yang mesti dibersihkan *capekdeh! Setelah edisi cuci dan ngepel kelar dan berakhir di jam 2 siang.

Friday, September 20, 2013

Sering kan dengar istilah keren diataswonder woman, atau cat woman ekhh itu lain lagi ya atau isitilah heroes lainnya, nah yang mau saya angkat pada postingan kali ini adalah curhatan bersuamikan WNA mesti harus menjadi Super Woman.

Mengapa demikian?? Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut :
  • Perlu kuat untuk urus surat, sebelum menikah, izin sana sini, sesudah menikah apalagi semua mesti dilaporkan pokoknya siapkan mental dan kekuatan fisik dan psikis deh
  • Perlu kuat mental menghadapi omongan orang kadang + atau -
  • Kalau jalan bersama pastinya, dipelototin terus di omong dibelakang, lalu ada yang senyum dan komentar biasa kayak selebriti apalagi kalau ke tempat-tempat umum, apalagi kalau kunjungan ke daerah, capek deh menjelaskan, kok bisa, ketemu dimana, muslim sejak kapan? helleh pertanyaan membosankan!
  • Perlu kuat fisik, awal-awal pernikahan  istri akan menjadi tour guide untuk alamat, sopir dan semuanya lah     semua urusan rumah dan luar rumah pasti istri adalah andalan, siapa suruh jadi HOSTED country kalau mau enak ya ikut suami ke negara asal.
  • Perlu kuat fisik juga untuk ajari budaya kita, budaya di rumah, diluar rumah dll, apalagi kalau asal suami negeri empat musim, dan tinggal di negeri tropis, adaptasi cuaca, makanan dan binatang semuanya butuh penyesuaian jadi istri harus selalu mood yang baik dan sabar.Kadang hal kecil seperti jajanan pasar buat sistem pencernaannya bermasalah mudah sakit, diare, nah yang sibuk pastinya sang istri yang juga punya tanggung jawab bekerja. So this is really never gonna be easy.
  • Perlu kuat juga di financial support, logikanya Suami hijrah kesini, pastinya income bulanan stop donk ya,adanya saving yang dibawa, kalau beruntung bisa dapat job sampingan disini walau tak berharap gaji selangit, dapat yang mau bayarkan pajak aja sudah senang apalagi mau gaji tinggi. Kecuali suaminya expert di Mining akan sangat beruntung bisa dapat kerjaan disini tapi pasti lokasi tinggalnya tak bisa bersama donk karena pastinya mining lokasinya di remote area dan bukan di pemukiman dan istri biasanya tak dibolehkan ikut. Kalau mau stay bersama keluarga pilihannya ya suami mesti pintar-pintar adaptasicari pekerjaan yang mudah untuk WNA,misal design online, kerjaan online sehingga tak terkait dengan institusi manapun atau berbisnis dengan bantuan istri pastinya. Jadi istri tetap harus selalu jadi SUPER Woman.Kecuali suami hijrah membawa 2 digit dollar hahaha atau sebongkah emas ya baru bisa santai!
  • Perlu kuat bicara, jadi translater kemanapun dan dimanapun, ini yang benar-benar membuat saya kecapean dan perlu minum vitamin dan jaga kesehatan.
  • Perlu kuat nego harga, soalnya kalau bawa suami WNA pastinya semuanya jadi mahal, jadi kadang lebih nyaman belanja sendiri. Bawa embel-embel Mr Big akan buat semuaya bernilai dollar padahal kantong kami bukan dollar.
  • Perlu hati sabar sesabar-sabarnya..........................untuk adaptasi makan, adaptasi yang lainnya semua analisa dan adaptasi.
  • Perlu Otak CERDAS ! Butuh kesigapan dalam mencari informasi untuk segala hal, untuk cari tahu tempat les terjangkau, mencari tahu tempat beli baju ukuran super BIG, perlu cari tahu lowongan yang sesuai perlu cari tahu tempat atau toko makanan yang menjual makanan tertentu.
  • Perlu kuat jalan, karena bagi suami WNA tiap week end maunya jalan terus sedang kita ini istri kerja dari senin - jumat, ekh malah week end pengen petulangan, jadi deh saya mesti menemani dan berpetualang layaknya turis padahal sejujurnya malas jalan kan kota sendiri tapi itulah seninya.
  • Perlu kuat ilmu agama, tetap walau suami sudah muslim puluhan tahun ilmu agama tetap wajib donk     untuk akhirat, istri tetap harus kuat suport terkait ini dan ini yang paling penting sebenarnya.
  • Perlu kuat hati, karena selalu was-was, suami kadang bikin kejutan setiap hari, kejadian kecil berlalu lintas lah, terserempetlah, didzolimi orang lah. Jadi teguhkan jiwa raga dan kuatkan jantung biar terkena serangan jantung.

Ya sebenarnya masih banyak ya cuma yang paling top 12  itu dulu lah yang wajib di miliki seorang istri WNI yang tinggal di INDONESIA raya ini, semoga jadi acuan untuk para gadis-gadis yang mempikan WNA jadi pendamping hidup dan tinggal di NKRI ku yang penuh birokrasi yang ngejlimet ini *sighhhhh