Just another free Blogger theme

Flag Counter

Flag Counter

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Follow by Email

Google Translator

Followers

About Me

My photo
it is just me from ordinary girl try to be an extra, do my best, try to be a better each second of this short life, try to be someone, means for something in this globe!

Friday, May 2, 2008

Itulah judul berita di halaman 10 Manado Post 2 mei 2008 pada halaman bagian hukum dan kiriminal. Tertulis namaku lengkap serta usia dan disertai rangkaian kata-kata”alangkah malang nasibnya” walau hanya 2 pargraf namun untuk kedua kalinya tahun ini aku masuk Koran lokal sih. Di Makassar pun dulu tak terhitung berapa kali aku masuk Koran local di Makassar maklum teman-teman reporter seperjuangan dulu kalo kebelet bikin berita langsung main caplok aja. Ya kali ini gara-gara saya kedukaan ekh kemalingan.


Ceritanya berawal ketika saya masih di bandara Sepinggan Balikpapan jam 5:30 sore mendung ketika saya sedang berada dalam toilet HP ku berdering dan tetangga kost ku mengabarkan kalo kamar kostku habis dibobol pintunya dirusak, maklum cuma pakai gembok kecil . Saya langsung lemas yang terpikir adalah laptop dibawah tempat tidur!Alhamdulilah cek per cek setelah menelpon bu kost dan memeriksa ternyata laptop masih ada yang diambil adalah uang cash dalam dua amplop yang selalu saya simpan dibawah lipatan baju lemari paling atas sesuai kebiasaanku tiap gajian langsung posting semua dana-dana vital, kec bayar kost dan laundry alias cucian itu mesti cash jadi saya pasti masukkan dalam amlpop tunggu awal bulan baru saya bayar. Ya ternyata si mr.X ini tahu jeli dia bongkar semua pakaianku, berhasil ambil dua buah cincin dan menyisakan perhiasan imitasi serta yang lolos cincin emas putih mungkin si pencuri kira itu palsu alias imitasi.


Barang elektronik lain tak diambilnya. Kayakanya si pencuri bilang aku suka mentahnya saja. Perkiraan dilakuakn siang hari soalnya aku berangakkat subuh hari dan balik esok malam harinya.Bayangkan 1 hari saya tinggal sudah begini, malam itu aku tiba di Manado pukul 9:30 wita langsung aku kontak kenalan orang VIP di POLRI memanfaatkan peluang ekh koneksi akhirnya saya terdampar di ruang periksa dan buat Berita acara peneylidikan . Satu jam lebih diwawancara akhirnya bersama tim sidik jari dan entah angota apa namanya kami ke kost difotolah kamar kost jadulku yang berantakan dan kembali lagi ke Poltabes untuk diwawancara ulang, pekerjaan yang membosankan membuatku de ja vu ..lagi dengan kantor polisi. Melirik kiri kanan para criminal dengan wajah garang sedang diperiksa, ada yang dipukul suaminya karena selingkuh ada yang diancam mau ditusuk oleh temannya.Wah padahal pukul 2:30 pagi ibu kost ku masih diwawancara sebagai saksi kasihan juga sih lihat Bapak Kost dan Ibu kost diperlakukan mirip tersangka sama bapak-bapak Polisi ini. Ya pukul 2:40 wita aku pamit sama polisi nya ya Bapak Briptu Dewa Sujana itulah nama polisi penyidik kasus saya. Seperti biasa bayar operasional dulu walau serasa kurang ikhlas namun serba salah juga.Ikhlas saja lah………..


Kadang ada rasa kecewa juga aku baru bawa Wakapoltabes Manado pada event kantorku, tapi kok networking ini kurang bisa membantu maksimal. Saya cuma bisa menunggu hasil penyelidikan ya hitung-hitung sebagai warga negara yang baik, terjadi kriminalitas dan saya jadi korban sudah sepantasnya wajib lapor walau sebenarnya jujur saja saya akui tingkat kerumitan pelaporan seperti ini, belum kalau korban ini hanya orang awam yang tak punya koneksi. Uhhh saya bisa rasakan kepahitan itu!Saya langsung teringat bapak-bapak Polisi yanga ada di Makassar. Tapi kalau seingatku dulu juga Polisi ini bisanya membantu sih tapi memang faktor sekampung lebih ampuh, Polisi yang sekampung saya dulu lebih afdal dalam memberi bantuan. Akte kelahiran langsung jadi lima sekaligus satu hari. Itu waktu saya urus sesuatu di Pinrang. Dengan bantuan seorang perwira polisi.


Di Makassar saya banyak terbantu oleh polisi berpangkat AIPDA, bantuan yang jadul sih tapi ya kadang membantu juga bikin SKCK gratis oii plus ngetik sendiri ……tapi tidak se ampuh yang se kampung sekarang di Manado…. Wah dapat dua bunga….ha..ha maksudnya dapat bantuan tapi ya kurang makasimal…I ……its OK lah… Jadi ingat pengalaman sohib saya waktu rumahnya kemalingan dan buat laporan dikantor polisi sampe berjam-jam dan si korban sampe ngetik sendiri dan akhirnya sampe biaya tintadan kertas si korban yang tanggung… weleh..weleh ..ina..ina saya ingat dirimu kali ini kalo waktu ketinggalan pesawat yang saya ingat Irma…ckckck….!!
Intinya kerugian saya perkiraan dua juta. Ya lumayan tuk bayar uang inde kost 4 bulan he..he tapi tak apa-apa, anggaplah itu rezekinya maling itu walau caranya yang salah, yang jelas mungkin zakat ku kurang tidak cukup 2,5 %!perlu dibersihkan lagi biar hak si Maling ini kebagian.

Kini kejadian ini sudah tejadi 4 kali menimpa kamar kost Wisma LS. Saya rasa rumah kost kami ini kurang nyaman lagi, salah satu seniorku sudah dua kali kecurian. Intinya memang wisma LS yang kuanggap adem selama ini rasanya sudah kurang afdol sebagai tempat kost. Saatnya pindah, sudah genap setahun persis hari ini aku di Manado.
Saatnya cari kost baru………………… let see if I can find other good place to life…..


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments: