Just another free Blogger theme

Flag Counter

Flag Counter

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Follow by Email

Google Translator

Followers

About Me

My photo
it is just me from ordinary girl try to be an extra, do my best, try to be a better each second of this short life, try to be someone, means for something in this globe!

Wednesday, January 9, 2013

Saya mau cerita soal tetanggaku idolaku  yang paling baik  sedunia dan kuandalkan selama 10 tahun hidup dengan mereka, saya tinggal di kompleks yang hanya berisi kurang lebih 100-an  rumah itu sejak saya duduk manis kelas 2 SMU tahun 1998.

Pernah di skip  di tahun 2007 - 2011 saat tugas mutasi ke Manado selama empat tahun tiga bulan dan sekarang aku balik lagi ke kota ini lagi, saya sebenarnya tinggal dikota ini sejak SMP kelas 1, jadi sebagian besar usiaku hingga saat ini lebih banyak  kuhabiskan disini dibanding di kampung halamanku 180 km dari Makassar, jadi saya sudah menganggap Makassar sebagai kotaku. saya melewati masa indah SMP, SMU, Kuliah dan kerja semuanya disni.

Kembali ke topik tetanggku idolaku, karena dalam kompleks kan hidupnya berdampingan alias berimpitan berjejer  ( namanya juga kompleks ) jadi sesama tetangga kan dekat, setidaknya tahulah nama pemilik rumah hingga rumah ke 3 terdekat dari kiri, kanan, depan.

Sejujurnya  karena saya wanita pekerja keras/ wanita karir  ekh jadi harus kerja donk ya jam 8 teng sampai jam 5 lewat, bahkan pulangnya biasanya malam. Jadi saya memang tidak gaul habis dengan tetangga. Saya paling akrab sama tetangga depan rumah, yang umurnya sama dan walau beda suku dan agama kami sangat kompak dari dulu karena kami sama sama menempati kompleks ini hampir bersamaan. Namanya, Hetty Koes Endang , gadis bertubuh bongsor subur yang berhati baik dan ramah.

Terlebih lagi  si Hetty ini anaknya juga kocak dan juga masih lajang jadi asik dan seru saja, kami juga sama sama karyawati yang sibuk bedanya aku di hari sabtu libur sedang dia masih harus masuk kerja, dan saya biasanya banyak traveling lintas propinsi untuk dinas kalau si Hetty ini kerjaanya operasional yang tidak mobile sama sekali.

Kalau aku perlu sesuatu sisa BBM-an sama dia atau telpon ke rumahnya. Kalau keluargaku datang biasanya bawa oleh-oleh dari kampung pasti saya bagi ke rumah keluarga Hetty, ayahnya sudah wafat, jadi dia tinggal sama adiknya sedang ibu nya biasanya datang sementara dan balik ke kampung lagi. Mirip kondisi ibuku, cuma kalau aku Ibuku cuma datang berkunjung untuk urusan dokter/shopping/hajatan dll, paling lama bertahan di kota cuma 2 minggu. Ibuku tidak suka hidup dikota besar nan  padat merayap kecuali mungkin anaknya ini ( Saya donk )  sudah punya rumah besar  mewah lega dengan kamar minimal empat ( Aamiin YRA..mohon doanya donk biar bisa kebeli ) .

Nah beralih ke tetangga kananku, namanya Mbak Chika nama panjang nya Chikita Meidy ( bercanda he he ) seorang perempuan yang berstatus single dan karyawati di perusahaan swasta, hidup sendirian dirumah itu. Orang tua nya sudah meninggal sedang kakak dan adiknya sudah menyebar keluar kota dengan kehidupan masing-masing. Bahkan rumahnya sudah tak terurus, rumput di halaman sudah mulai tumbuh seperti semak belukar. Beda memang rumah yang ada pria didalamnya dengan kalau cuma perempuan, ada yang potong rumput dan betulin yang bocor. Saya tahu nama cuma tidak akrab dan kami boasanya cuma BBM-an juga, mbak ini tidak gaul kayak si Hetty. Kalau share barang-barang sama mbak ini aku juga jarang, soalnya rumahnya selalu kosong. Pulangnya selalu malam dan aku juga kerja jadi ketemunya jarang kecuali hari minggu. Aku nya kan sangat sibuk juga di hari minggu ( sok sibuk !! ) . Karena rumahku sebenarnya konsepnya dua rumah kompleks yang dulu dibeli orang tua, satunya yang aku tinggali sekarang si nomor 22 sedang 23 itu duluya aku kontrakkan ke teman kantor yang mutasi di Makassar dan sekarang sudah kosong. dan Mbak Chika tetangga sampingan rumah kosongku.Jadi memang tidak berdampingan. Kadang kalau aku lihat sepi sekali rumahnya.

Melompat ke tetangga kiriku yang pintu pagarnya berimpitan, pemiliknya anak muda seumuranku yang sudah berkeluarga dan pulang ke kampung halamannnya untuk berwirausaha ( juragan mebel ). Rumah nya itu hanya dijadikan rumah singgah jika mereka kunjungan ke Makassar, dan yang sekarang menempati adalah sepupunya yang punya rental mobil dan paling menyebalkan kalau parkir mobil menghalangi jalan masuk ke parkiranku . Makanya saya jarang bergaul sama mereka.

Melompat 1 rumah dikiri dari yang punya  rental mobil inilah "Tetanggaku pahlawanku", keluarga kecil yang bahagia.

Namanya keluarga Pak Muhammad, anaknya ada dua orang, namanya pun unik dan bagus Raja dan Rani, sepasang anak kecil yang sekarang tumbuh subur ( bongsor ), Pak M ini kerja di bank, istrimya ibu rumah tangga soleha yang rajin bersihkan rumah, rumah imutnya kinclong
tanpa debu dan kotoran, sepatu dan rak sepatu aja mengkilat di gosok tiap hari bahkan sampai hobinya bantu suami cucu mobil.Dirumahnya tak ada debu, ibarat kata rumah pak M ini mulus, mengkilat bahkan dijilatpun bisa karena bersih, bandingkan dengan rumahku, debunya tebal boo he he untuk tempat yang jarang dipijak lol

Kehidupan mereka sederhana tapi sangat bahagia, anak-anaknya rajin solat di masjid kompleks kami yang cuma 20 meter dari rumah. Setiap ada tamu dari kampungku ( ibu atau keluarga lainnya ) , Ibu M bakal Bbm aku untuk minta oleh -oleh, oleh oleh favorit mereka adalah ikan bolu, lauk pauk yang sudah jadi, makanan dan lainnya.


Nih foto ikan bolu kering yang aku kirimkan ke ibu M tadi malam,soalnya Ibu ku titip buat mereka, ikan bolu baik mentah atau kering adalah favorit keluarga M, mereka sangat appreciate setiap pemberian apapun.  Soalnya kalau cuma aku sendiri sangat jarang makan malam di rumah, sehabis pulang kantor saya sudah tak pernah utak atik dapur lagi. Di rumah hanya main komputer, internet-an dengan nyalakan televisi dengan volume terbesar biar hantu dan mahluk lainnya takut he he !! dan terkesan ramai.

Nah bapak M juga suka bantu aku kalau ada masalah dengan mobil ku, kayak kasus ban kempes bulan lalu, salah satu alasan saya suka tinggal di kompleks ini adalah tetanggaku yang baik-baik ini.Nah kalau aku butuh sesuatu atau aku mau keluar kota aku hanya tinggal BBM-an sama ibu M. Langsung dibantuin, semua lancar pokoknya .

Untuk keluarga depan rumah selanjutnya adalah pak Haji, istrinya umurnya 20 tahun lebih muda dari pak Haji, istri kedua ! Pak Haji ini ternyata masih kerabat jauh, tapi hubungan kami hanya sebatas ketok pintu nya kalau kedua mobilnya menghalangi jalan masuk kerumah. Mobil istrinya parkir di car port nya nah mobil mewahnya juga parkir di jalan , ya saya jadinya ribet kalau mau parkir mobilku si carport!!Ribet !! salah satu yang membuat dongkol setiap hari sepulang kerja adalah mobil tetangga yang punya 2 mobil parkirnya di pinggir jalan dan menghalangi jalanku. Salah satu faktor kenapa saya mau cari rumah baru dengan lebar jalanan luas dan lega.

Bergeser ke samping rumah pak Haji nih yang rada menyebalkan juga. Keluarga ningrat yang tinggal sama ibunya yang kelihaan angkuh dan jarang senyum. Sepanjang bertetangga ibuku kurang senang dengan mereka, tak pernah satu kata pun ibunya menyapa ke kami kalau berpapasan, kalau anaknya sih saya biasa menyapa tapi karena inilah kami tidak klop. Karakternya memang beda dengan tetangga lainnya, Tapi alhamdulilah mereka sudah pindah minggu kemarin, katanya rumah sudah dijual sekarang masih kosong, semoga tetangga berikutnya akan menjadi tetangga yang baik dan menyenangkan.

Satu lagi ada tetanggaku juga sangat baik, namanya pak D, berseblahan rumah dengan pak M, dan aktif mengurusi wrga di kompleks bersama pak M aktif di Masjid kompleks kami. Istri pak D ini kurang bergaul karena wanita karir yang sibuk sedang pak D, nampaknya pak d ini sudah pensiun dini karena tiap hari pak D cuma dirumah saja dan tak pernah ada aktifitas berkantor.Dia sangat ramah dan suka membantu, kadang kalau ada kiriman oleh-oleh dari kampung aku juga suka kirimkan ke pak D.

Satu lagi tetanggaku yang depan seblah kanan adalah keluarga polisi yang anaknya 7 orang, ramai sekali, mereka juga punya dua mobil yang sering parkir seenaknya, saya sangat  jarang berinteraksi karena jarak rumah juga sudah agak jauh.

Yang paling saya andalkan diantara semua tetangga terdekatku adalah pak M, Hetty sahabtku dan Pak D.

Kata ibuku, tetangga adalah orang yang sangat penting dalam hidup apalagi kalau kita hidup sendiri dan jauh dari keluarga, dalam Islam pun tetangga sangat dimuliakan, saya pernah sempat terharu ketika bicara sama ibu M tentang niat ku hijrah mencari rumah baru jika nanti sudah menikah karena rumah yang sekarang cuma dua kamar kami akan butuh spare yang lebih besar, sang ibu M langsung menjawab " Ekh jangan pindah dari sihi, nanti kami kehilangan tetangga yang baik!! "

Mendengar itu saya terharu dan berpikir lagi untuk pindah.Mungkin jika ada rezeki saya akan tetap pindah, atau opsi lain menggabungkan kedua rumah dan membangun kembali rumah sesuai rancangan kami kelak. Aamiin !!

ya itulah kisahku dengan tetanggaku saat ini, siapa tahu nanti ada tetangga baru nanti aku update ya ^_*


Categories: , , , ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments: