Just another free Blogger theme

Flag Counter

Flag Counter

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Follow by Email

Google Translator

Followers

About Me

My photo
it is just me from ordinary girl try to be an extra, do my best, try to be a better each second of this short life, try to be someone, means for something in this globe!

Wednesday, January 30, 2013


Saya pengen menulis saja tentang Mami-ku yang satu ini, sebenarnya untuk ibu kandungku saya akan menuliskan "Mom" atau Ibu, kalau Mami biar jelas saja bahwa yang saya ceritakan ini adalah Ibu ketemu gede yang tinggalnya separuh bola dunia dariku *lebay mode on. Mami adalah Mami-nya Mr Monkey yang tiap hari berbagi informasi denganku walau cuma lewat instant message ( YM, email,Skype, Facebook ). 


Umur Mami 70 tahun di tanggal 29 January 2013 ini, hadiah dariku sudah sampai hari ini, cuma sempat kirimin dia kaos bertuliskan Makassar yang ukuran XL size dan kartu lucu yang dia anggap sangat unik dan sangat bahagia padahal tuh kartu aku dapatkan susah payah memang, awalnya mau beli di kantor pos, tapi tak ada, cari di Gramedia pun juga tak ada. 

Terpaksa waktu itu buru-buru ke toko merchandise ABG ( Anak Baru Gede ), biar dapat kartu ultah yang agak resmi ekh malah dapat yang unyu-unyu tampilannya gambar anak cewek berkuncir dan bermata biru bertuliskan "we are family" dan belakangnya aku tulis ucapan selamat yang singkat pakai tulisan tangan  * sok romantis !! Untuk tulisan detail tentang kirimanku ke negeri Paman Sam aku akan posting khusus. 

Back to Mami MG, saya sebenarnya sangat kagum dengan sok wanita senior aka nenek-nenek di Amrik sana, bayangkan saja, usia segitu dengan kondisi si Mami ini pakai walker * alat bantu berjalan untuk manula.

Beliau adalah wanita tangguh yang hidup sendiri di sebuah apartment khusus untuk MANULA di salah satu negara bagian di wilayah utara Amerika. Sehari-hari kegiatan Mami sangat enjoy the life , oh ya Mami ini punya anak 2, si Mr Monkey anak sulung dan yang kedua perempuan si G yang punya anak empat dan Ibu Rumah Tangga tinggal nya cuma 15 menit dari apartment Mami. 

Sehari-hari Mami aktif menyetir mobil jenis Wagon berwarna burgundy-nya.Langsung ingat emakku umur 58 tahun yang tidak bisa nyetir, ibuku cuma bisa bawa motor dan itupun jarang karena Ibu punya kami semua jadi sopirnya. Selain itu Mami aktif di gereja-nya, terus aktif jadi sekertaris di komunitas orang tua di apartmentnya, mereka selalu adakan meeting bulan-an dan Mami selalu menjadi notulen-nya. Selain itu Mami aktif berkumpul bersama di lingkungan tempat tinggalnya. Bermain Bingo 3x seminggu di dining room apartemennya yang berlantai 17. 

Bergaul dengan Mami membuat saya terkagum-kagum sekaligus kadang terenyuh melihat kehidupan orang tua di Amrik, disisi lainnnya saya mendambakan berbagai fasilitas yang tersedia dan sangat membantu para manula disana bisa di terapkan di Indonesia suatu hari nanti *yukk berdoa dan meng-Aminkan !!

Semua yang tinggal di apartment Mami adalah manula dengan penderita cacat ( Handicap ) , kalau Mami sudah tak bisa berdiri tanpa walker yang beroda-nya. jadi Mami termasuk golongan yang bisa tinggaldisitu, tapi jangan salah ya, walau tempat itu public housing apartment khusus Manula tapi semua yang tinggal disitu baik yang single atau couple ( pasangan sah / tidak sah ) harus tetap bayar loh. Mami saja harus tetap bayar sekitar 30 % dari income hasil gaji pensiunannya tiap bulan. Namun itupun sudah di reduce oleh pihak pengelola apartment ,karena kalau income Mami lebih besar harusnya dia bayar lebih,  untuk pensiunan disana tak perlu bayar pajak penghasilan, kebetulan si Mami ini pensiunan "nurse" alias perawat di masa mudanya,jadinya cuma bayar 300 $ / bulan. Bandingkan disini kalau dipake tuh duit untuk sewa rumah di Makassar setahun sekitar 4164$ di kusr rupiahkan bisa sewa rumah besar mewah atau apartment terbaru tiap tahunnya. (*dassar ya aku mata duitan ingatnya menghitung mulu ).

Si Mami ini janda dua kali, menikah pertama kali dengan Papa-nya Mr Monkey di tahun 1965 di North Carolina  ( Roxboro ), nah cume bertahan beberapa tahun akhirnya Mami jadi single Mom dengan dua anak dan pindah ke Kota-nya sekarang ini, membesarkan anaknya sendiri ( *hebat kan!) dan akhirnya menikah lagi sama Granpa Bob Gilbert di tahun 1987 ( semoga aku tak salah ) dan hingga Granpa B meninggal di tahun 1997. 

Sejak itu Mami jadi single fighter lagi dalam hidup, tentunya tetap berkomuniksi dengan kedua anaknya yang sudah tinggal di masing-masing keluarga mereka, Si Sulung ( Mr Monkey ) sudah tinggal di apartment sendiri dan si G sudah di rumahnya sendiri bersama keluarganya. Kondisi kesehatan Mami yang sekarang umur 70 ini masih OK loh, selain masih hidup sendiri dan suka menolong anak sulungnya yang hidup sebatang kara disana. Mami pernah cerita kalau orang tuanya meninggal di usia 80 tahun ( Ayah ) dan ibunya 87 tahun . Dan harapannya diulang tahunnnya kemarin adalah diberi kesehatan untuk bisa mendapatkan lebih banyak cicit, cucu Mami sekarang 6 dan cicit baru satu, itupun tinggal nya jauh di Virginia Beach. Jadi mereka komunikasinya via internet saja.

Salah satu perbedaan mendasar keluarga Amrik dan Indonesia adalah penjalinan silaturrahmi di Indonesia ini masih manual dan tradisional alias tatap muka, menyambangi rumah, atau minimal via telpon or sms, nah kalau di Amrik sana semuanya pakai internet bo, email cucu,skype-an sama cicit, mau kerumah anak saja mesti email dulu, kalau anaknya approve dan undang kerumah baru bisa kesana. (*sedih ya bagi saya yang Indonesia- banget !)

Kadang aku terenyuh dengar cerita Mami jika anak bungsunya gak pernah hubungi dia padahal tinggalnya cuma 15 menit darinya, ( * si G ini memang keterlaluan!) , masa pernah suatu hari di bulan Desember ketika si bungsu yang perokok berat dan juga hoby minum ini baru balik dari lihat cucunya dan si Mami sama Si Monkey mengunjungi mereka, nampaknya si Mami malah di cuekin. (*Ihh kok akunya yang esmosi marah tingkat tinggi ya ).Terpaksa mereka pulang. 

Memang di dunia barat hubungan anak dan orang tua tak sama dengan hubungan orang tua dan anak di negara asia, khususnya di Indonesia, penghargaan akan pilihan hidup ketika usia diatas 18 tahun adalah sangat menonjol disana, contoh kecil saja, Mami di usia tua nya sangat religius, setahu saya dia adalah penganut Catholic yang sangat aktif di Gereja. Sedang si Monkey adalah mualaaf sejak tahun 2003, memilih mengganti namannya di September 2006 lewat pengadilan, jadi sekarang Mr Monkey murni menggunakan nama Islam di semua identitas dirinya, termasuk ijazah kuliah dan lainnnya. Dan kalian tahu ibu-nya bilang apa ketika saya tanya tanggapannya soal ini 
 " Its G1 choice ( G1 = Mr Monkey, G2, Si Bungsu, semua diawali dengan G ) !Its his life and his decision, whatever that will make him happy than i will be happy !!" . Kata-kata ini membuat sama hampir menetaskan air mata, terenyuh berkaca-kaca aku mendengarnya. Memang kasih sayang ibu tiada tara  seperti sebuah lagu pada sebuah iklan susu yang sering saya dengar di Televisi 
" Kasih Ibu kepada Beta Tak Terhingga Sepanjang Masa, Hanya Memberi Tak Harap Kembali, Bagai Sang Surya Menyinari Dunia. " 

Dan banyak contoh lain lagi, dengan kondisi beda keyakinan si Sulung ini masih sangat dimanjakan, ketika Mr Monkey akhirnya harus balik ke US setelah setahun merantau di Dubai dan mesti harus dipulangkan karena sesuatu hal, ayo tebak siapa yang jemput si gendut ? " only his Mommy"!! An Old Lady who use Walker and can drive, an old lady with 4 ft 11 inchs tall with shaking hands. Ketika Mr Monkey terkena sakit gigi dan hampir pingsan yang antar ke dokter tetap si Mami, ketika Si Gendut mengalami kecelakaan kerja di musim salju (*jatuh keseleo di salju dan pingsan 30 menit ), yang pusing kan saya dan Si Mami, karena saya disini, dan si Mami yang disana. Ketiak si Monkey kena musibah dipecat dari kerjaan lamanya ayo yang selalu ada disisi-nya hanya si Mami, si bungsu tak pernah peduli dengan kakaknya. Yang antar terapi ke dokter untuk recovery si Gendut pastinya juga hanya si Mami... 

Mami is the angel for Mr Monkey, saya malah sempat nawarin si Mami untuk ikut dan mungkin mau melihat Indonesia Raya,  kasihan dia akan sendiri kalau si Gendut sudah hijrah kesini. si bungsu mah tak pernah peduli sama si Mami, yang ada malah orang Gereja yang dekat sama Mami, sama keluarga jauh. Iseng-iseng kuajak Mami ikut kesini, dia cuma menjawab dia suka belajar budaya dan melihat negara lain, karena seumur hidup Mami tak pernah keluar negeri. Cuma dia suka kehidupannnya di Amrik sana karena dia sangat bahagia dengan aktifitas gerejanya, pas minggu lalu nge-chat lagi si Gendut kan pengen banget bujuk ibu-nya untuk ikut dia hijrah kesini karena si Gendut sangat sayang Mami. Malah mami sempat tertarik mau datang untuk dua minggu.

Langsung aku panik langsung ingat realistis bahwa pelayanan publik kita di Indonesia untuk orang yang menggunakan walker akan sangat terbatas, beda dengan disana,nanti yang jagain Mami siapa? aku kerja dan si Gendut pastinya masih baru dan tak hafal jalan disini. Tidak cuma itu kepentok juga kalau Mami balik sana siapa yang temanin di pesawat kan perjalanan Indo- Amrik bisa dua hari uhhh!!! Takutnya terjadi apa-apa. Akhirnya untuk sementara kita bilang ke Mami aja kalau si Gendut sudah settle disini dan rumah kita sudah di renovasi untuk ruang lebih luas biar Mami tak perlu tinggal di hotel.Dan sekalian kita kerja keras biar bisa beliin Mami tiket PP-nya . 

Dan Mami mengerti juga cuma saya kasihan saja kalo si Gendut bakalan tinggalkan Mami wah sepi donk ya, yang ajak Mami belanja di Cub, yang ajak Mami nonton parade? yang ajak Mami nonton football bareng siapa donk? ? (*hiksssss menangis Bombay !!) yang bantu Mami untuk utak-atik dekstop nya ? Yang ajak Mami masak bareng ? hiksss sedihya...aku tak mau misahin anak sama Mami nya.... semoga suatu hari nanti Mami mau diajak kesini deh .... Aamiin..

More about Mami will posting in  "Mami Part 2"

*Si G1 = Si Gendut = Mr Monkey = Si Sulung






Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments: